Menjadi Konsultan Kehidupan

Untuk sekedar jadi tempat curhat orang-orang di sekitar kita tidak dibutuhkan titel psikolog. Semua orang yang punya bakat terpendam sebagai konsultan kehidupan, bisa menjadi psikolog amatir yang membantu orang di sekitarnya. Kata salah satu dosen Observasi az, Pak Irfan Fahmi, modal yang kita butuhkan HANYA ngomong, nulis, dan mendengar. Inspired by kata-kata Pak Irfan tadi siang itu, az coba ngembangin konsepnya:
http://1.bp.blogspot.com/_ykAruBp9rrQ/TCymqImGnzI/AAAAAAAAABU/Df_7cK0jy4s/s1600/talk_to_me.gif
  • Bicara

Mengeluarkan kata-kata yang sesuai dengan sasaran, waktu, dan tempatnya. Karena percuma kita ngasih tanggapan atau opini untuk orang yang sebenarnya hanya butuh didengarkan, hanya ingin meluapkan yang ada di hatinya.
Kita juga perlu punya kemampuan bicara yang baik supaya orang-orang bisa yakin bahwa kita bisa dipercaya, kita bisa menjadi teman yang baik untuk mereka.
Dan eits, kita juga harus berhati-hati saat berbicara. Lidah lebih tajam dari pedang katanya. Dengan lidah kita bisa membuat orang lain tersenyum, tetapi dengan lidah juga kita bisa melukai hatinya dalam sekejap. (kyaa! so hard to practice this step :(, az juga masih sulit mengendalikan lidah)


http://www.bellevuepublicschools.org/ishare/cburesh/newsimages/writing.gif

  • Menulis
Sebagai calon psikolog, az harus mampu menulis laporan dengan baik. Sebagai konsultan kehidupan juga, kita harus multi-talented :p. Bukan hanya menuangkan apa yang ada di pikiran kita ke dalam lisan, tapi juga ke dalam tulisan. Siapa yang dapat memperkirakan, someday a few teman-teman kita akan hanya sempat sharing lewat surat-menyurat, baik pos ataupun electronic.
Lebih extraordinary lagi, saat kita bisa menulis pengalaman kita, mengubahnya menjadi setumpuk buku yang best seller, or at least banyak yang baca. Siapa yang bisa memprediksi kalo kita akan menjadi the next JK Rowling B-)?

http://www.5minuteenglish.com/img/f4b.gif

  • Mendengar
I think this is the most important thing dari semua modal sebagai konsultan kehidupan. Karena tanpa mendengar, kita tidak akan tahu bagaimana cerita orang, tidak akan mampu memahami apa yang orang lain rasakan. Alloh Ngasih kita 2 telinga dan 1 mulut. Yang bisa ditangkap secara eksplisit bahwa kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Dengan tiga modal di atas, kita sudah bisa memulai usaha konsultan kehidupan dengan keuntungan pahala langsung dari Alloh, kepercayaan dan ketertarikan relasi meningkat, serta promosi dari mulut ke mulut. Everyone can be a life-consultant! Just use your heart, intuition, and BRAIN. *Lebih profesional lagi kalo kita rajin nambah ilmu dan wawasan kita :D

Tanjungsari, 14 Maret 2011, 9:00 AM

Comments

  1. practice makes perfect!
    susah banget praktekin emua yg emang udah kita tahu kalau itu baik...

    nice hare jah! trus nulis yaaaa

    ReplyDelete

Post a Comment