Jembatan Keraguan

Saya sedang melewati jembatan keraguan, kawan.
Merasa semuanya begitu membingungkan.
Menyakitkan.
Merasa lelah dan muak dengan segala yang ada.
Maafkan saya, kawan.
Saya ingin berhasil menyeberang.
Raih tangan saya. Saya yang masih tertinggal jauh di belakang.
Atau paling tidak, sorak-semangati saya.
Atau paling tidak, tersenyum pada saya.
Atau paling tidak, jangan lupakan saya.
Saya masih di jembatan keraguan, kawan.
Ketinggalan.

P.S. : 
tadinya saya ingin menambahkan “Atau paling tidak, ketik AZ kirim ke 6288.“, tapi terasa kurang seronok laa, jadi saya tak pakai.
160510, 10:20 pm

Comments